Data PISA 2022 menunjukkan skor literasi sains peserta didik Indonesia mengalami penurunan 13 poin dibandingkan tahun 2018. Penurunan skor literasi sains ini mencerminkan menurunnya kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kondisi ini diperkuat dengan pembelajaran yang kurang berorientasi pada proses ilmiah serta terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif. Pendekatan saintifik yang menekankan tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan dinilai relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran sains, termasuk pada materi fungi yang mendukung pembelajaran berorientasi pada proses ilmiah dengan melibatkan kegiatan pengamatan dan percobaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan E-LKPD yang ditinjau dari ketercapaian indikator berpikir kritis, analisis N-Gain score dan ketuntasan hasil belajar siswa. E-LKPD dikembangkan mengadaptasi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Efektivitas E-LKPD yang dikembangkan menunjukkan nilai persentase ketercapaian indikator berpikir kritis sebesar 87,7% dan ketuntasan hasil belajar dengan nilai persentase 100%, serta skor N-Gain 0,8 dengan kategori tinggi. Kata Kunci: E-LKPD, Pendekatan Saintifik, Berpikir Kritis, Fungi, SDGs.
Copyrights © 2026