Sistem interkoneksi Kalimantan merupakan salah satu sistem tenaga listrik terbesar di Indonesia. Dalam menjaga keandalannya berbagai jenis pembangkit listrik yang berkontribusi dengan mengaktifkan mode free governor, diantaranya ada PLTU Teluk Balikpapan, PLTG Sambera, dan PLTA PM Noor. Penelitian ini mengkaji bagaimana respon governor dari PLTU, PLTG, dan PLTA dalam menghadapi fluktuasi frekuensi sistem yang disebabkan oleh perubahan beban atau lepasnya pembangkit sesuai setting speed droop dan deadband pembangkit. Pengambilan data dilakukan dalam 4 sesi pengukuran untuk fluktuasi frekuensi naik dan turun menggunakan rekaman data logger DCS pembangkit yang terpasang. Analisis regresi linear kemudian dilakukan untuk melihat hubungan dan pola dalam data serta menguji hipotesis secara objektif. Berdasarkan hasil pengukuran, PLTA PM Noor memiliki respon governor yang lebih cepat dibandingkan pembangkit lainnya. PLTU Teluk Balikpapan, sebagai pembangkit berkapasitas terbesar, menyuplai perubahan daya terbesar dibandingkan pembangkit lain saat terjadi fluktuasi krekuensi. Untuk memastikan keandalan sistem interkoneksi Kalimantan, hasil analisis regresi linear menunjukkan bahwa respon governor untuk setiap jenis generator umumnya sesuai dengan setelan yang terpasang, kecuali pada PLTU yang menunjukkan penyimpangan sekitar 9,1% dan 10,64%
Copyrights © 2026