Pada PT PLN (Persero) UP3 Wamena, perhitungan susut masih dihitung dalam lingkup ULP, sedangkan pada UP3 Wamena terdapat beberapa sistem yang terpisah dari sistem utama. Sistem yang terpisah tersebut perlu dihitung susutnya agar mengetahui perbaikan susut yang diperlukan. Pada kantor pelayanan Tolikara belum diketahui seberapa besar susut distribusinya. Sehingga diperlukan adanya perhitungan susut pada KP Tolikara. Dalam menghitung susut distribusi menggunakan formula jogja yang digunakan sebagai acuan untuk menghitung susut pada PT PLN (Persero). Hasil perhitungan susut distribusi pada TW I sebesar -3.266 kWh (-0,63%) dengan rincian susut teknis sebesar 25.509 kWh (4,98%) dan susuk non teknis sebesar -28.735 kWh (-5,61%). Sedangkan susut distribusi pada TW II sebesar 131.017 kWh (22,30%) dengan rincian susut teknis sebesar 30.290 kWh (5,16%) dan susut non teknis sebesar 100.727 kWh (17,15%). Terdapat pengaruh promo kelistrikan yang pada bulan Januari hingga Februari yang menyebabkan perubahan yang signifikan dari TW I ke TW II. Selain itu penyebab terjadinya susut non teknis yang besar dikarenakan adanya pencurian listrik. Untuk menurunkan susut distribusi salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik).
Copyrights © 2026