Salah satu bentuk kejadian yang dapat menyebabkan kondisi kegawatdaruratan pada korban dan kerap terjadi di masyarakat yaitu kecelakaan lalu lintas. setidaknya 1,9 juta nyawa manusia di dunia terancam akibat kecelakaan setiap tahun. Sebagian besar korban akibat trauma dan meninggal di lingkup pra rumah sakit tidak memperoleh pertolongan pertama yang adekuat sebelum mencapai fasilitas kesehatan. Rendahnya kapasitas masyarakat dalam menangani kondisi darurat ini berkontribusi terhadap tingginya angka keparahan cedera dan kematian. Masyarakat sering kali berperan sebagai first responder sehingga pengetahuan dan sikap mereka terhadap pertolongan pertama menjadi faktor krusial dalam menurunkan angka komplikasi dan kematian akibat kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penanganan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yang dilakukan pada 50 masyarakat di Huta III di Kabupaten Simalungun menggunakan purposive sampling pada tanggal 05-07 Februari 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini yaitu mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan kurang (24 orang atau 48%) dan sikap negatif (29 orang atau 58%) dalam penanganan pertama kecelakaan lalu lintas 24 orang (48%). Ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam penanganan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas (P value 0.000). Penulis menyarankan agar dilakukan tindak lanjut secara kontinyu berupa edukasi atau penyuluhan atau pelatihan bagi masyarakat awam tentang penanganan pertama kecelakaan lalu lintas.
Copyrights © 2025