Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam kuliner tradisional amparan tatak di Samarinda serta merumuskan upaya pelestariannya dalam kehidupan masyarakat modern. Amparan tatak sebagai salah satu kue basah khas Kalimantan Timur, bukan sekadar sajian penutup melainkan simbol identitas budaya yang erat kaitannya dengan tradisi, keagamaan, adat, dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara dengan pelaku usaha kuliner, tokoh masyarakat, guru tata boga, serta warga yang terlibat langsung dalam pelestarian kuliner amparan tatak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amparan tatak memiliki nilai sejarah yang terkait erat dengan perayaan keagamaan dan acara adat, serta diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam proses pembuatan dan penyajian amparan tatak mencerminkan semangat gotong royong, kesederhanaan, serta makna simbolik dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain itu amparan tatak juga memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM, serta menjadi media penguatan identitas lokal di tengah arus globalisasi. Namun demikian minimnya dokumentasi dan regenerasi yang masih kurang, menjadi tantangan dalam pelestarian kuliner. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis yang melibatkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga pendidikan untuk mempertahankan eksistensi kuliner tradisional amparan tatak sebagai bagian dari warisan budaya.
Copyrights © 2026