Mangga (Mangifera indica.L) merupakan komoditas buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan produksi tanaman mangga diperlukan bibit dengan cara perbanyakan secara vegetatif agar cepat berproduksi. Namun, salah satu tantangan dalam perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk adalah rendahnya persentase keberhasilan karena faktor pertumbuhan tunas yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh benzil amino purin (BAP) dan varietas batang atas terhadap keberhasilan sambung pucuk bibit mangga. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Fakor pertama 4 taraf perlakuan perbedaan perbedaan varietas batang atas (entres) yaitu mangga Arumanis, Manalagi, Gedong dan Garifta dan fakor kedua yaitu 4 taraf perlakuan perbedaan konsentrasi BAP 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm dengan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan satuan percobaan 64 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara varietas dan konsentrasi BAP tidak berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan, pecah tunas, tinggi batang atas, diameter batang atas, jumlah tunas dan jumlah daun pada sambung pucuk mangga. Varietas terbaik diperoleh dari perlakuan varietas mangga Arumanis dan Manalagi. Konsentrasi BAP terbaik pada konsentrasi 200 ppm.
Copyrights © 2025