Kawasan Laut Sulawesi merupakan wilayah perbatasan strategis yang menyimpan potensi sumber daya laut melimpah, khususnya komoditas tuna. Namun, letak geografis ini juga memicu kerentanan terhadap ancaman keamanan maritim non-tradisional, seperti kejahatan lintas negara dan eksploitasi berlebihan yang mengancam stabilitas regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan keamanan maritim sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan terhadap sumber daya tuna di Laut Sulawesi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-evaluatif yang berbasis pada studi literatur. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, serta laporan resmi pemerintah terkait isu keamanan laut dan pengelolaan perikanan, Hasil kajian merumuskan tiga strategi utama dalam memperkuat keamanan maritim: Optimalisasi Pengawasan Terpadu: Mengintegrasikan kekuatan armada patroli Bakamla dan TNI AL dengan dukungan teknologi radar, AIS, serta satelit penginderaan jauh untuk memperluas jangkauan deteksi di wilayah perbatasan. Ketegasan Penegakan Hukum: Mengimplementasikan regulasi perikanan secara konsisten melalui tindakan represif terhadap pelaku Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing guna memberikan efek jera. Diplomasi Maritim Regional: Memperkuat kerja sama trilateral antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia dalam bentuk patroli bersama dan sinkronisasi regulasi guna menekan angka pencurian ikan lintas batas.
Copyrights © 2026