Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus 2025. Hingga Desember 2025 di berbagai regional ditanah papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan dan kecerdasan pemimpin dalam mewujudkan kesejahraan rakyat. metode penelitian yang digunakan adalah survey online dengan sampel 520 orang. Dalam konteks pemerintahan pada masa ini di Indonesia, kualitas dan kecerdasan pemimpin sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. menigkatkan kesejahtraan masyarakat, dan menjaga stabilitas politik. Pemimpin yang berkualitas dan cerdas dapat membuat keputusan yang tepat, mengelola sumber daya dengan efektif, dan menigkatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena pentingnya kualitas seorang pemimpin. Dalam penelitian ini juga desain penelitian survei dengan mengunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempegaruhi kualitas dan kecerdasan pemimpin serta menguji pengaruhnya terhadap kinerja organisasi. Dengan demikian perlu dilakukan upaya untuk menigkatkan kualitas dan kecerdasan pemimpin melalui pendidikan, pelatihan dan pengembagan karier. Selain itu organisasi memiliki strategi yang efektif untuk mengindentifikasi dan mengembangkan pemimpin yang berkualitas dan cerdas. Dengan meningkatkan kualitas dan kecerdasan pemimpin, organisasi dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan menigkatkan kesejahtraan masyarakat. Setiap pemimpin wajib memiliki daya, nalar, serta kemampuan inteligensi di atas rata-rata standar akademik. Sesuai pridikat yang dimemiliki. Pemimpin juga memiliki nilai bobot kapasitas kapabilitas yang luas. Karena barometer perubahan dan kemajuan daerah ada pada basic daya, nalar dan kemampuan seorang pemimpin. Setiap pemimpin yang mengandalkan pridikat/kuantitas akan mempegaruhi dalam setiap kebijakan yang di ambil. Dalam kepemimpinan terlihat banyak kekurangan serta merugikan banyak rakyat serta banyak keluhan rakyat yang akan menjadi seantero sorotan publik. Karena rakyat merasakan pemimimpinya belum menganbil kebijakan yang tepat sasaran serta menyentuh hati di berbagai regional dan dalam kepemimpinan seorang pemimpin jug harus memiliki nilai intelektual bobot dan kemampuan juga akan nyata didalamya kemajuan infrastruktur pada suatu daerah tersebut. Jujur seantero Tanah Papua telah gagal 90% imlementasi UU Otsus di Tanah Papua.tidak adanya Reconition, (pengakuan), protection (perlindugan), empowering (pemberdayaan), dan affirmative action. oleh pemimpin di Papua membuat kegagalan pembagunan di Tanah Papua meliputi; pendidikan, kesehatan, dan ifrastruktur. Karena minimnya kualitas dan kecerdasan pemimpin di Tanah Papua. Belum secara kemampuan dan kecerdasan dalam memproteksi masyarakat. Ini fakta ilmiah dalam penelitian saya di beberapa daerah di Tanah Papua.”
Copyrights © 2026