Pembentukan verba dan adjektiva dalam bahasa Indonesia melalui afiksasi merupakan salah satu fenomena morfologis yang menarik untuk dikaji, khususnya dalam kaitannya dengan adjektiva sikap batin. Proses penambahan afiks me- dan -kan pada adjektiva tersebut tidak selalu menghasilkan verba, namun dapat pula membentuk adjektiva turunan, sehingga diperlukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami mekanisme dan maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis adjektiva sikap batin yang, setelah mendapat afiks me- dan -kan, membentuk verba transitif atau adjektiva turunan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari korpus tertulis, kemudian dianalisis berdasarkan kriteria sintaksis dan semantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi tersebut dapat menghasilkan verba transitif, yang ditandai dengan kehadiran objek dan dua argumen, serta bermakna kausatif. Di sisi lain, beberapa adjektiva dasar menghasilkan adjektiva turunan, yang dikenali melalui keberadaan leksikal intensitas di depannya. Implikasi penelitian ini adalah memberikan kontribusi teoritis dalam kajian morfologi bahasa Indonesia, khususnya pada pola pembentukan kata dari adjektiva sikap batin, serta dapat menjadi acuan dalam pengajaran bahasa, khususnya dalam memahami proses derivasi verba dan adjektiva secara lebih sistematis dan kontekstual.
Copyrights © 2026