Masalah yang timbul pada masa post partum yaitu nyeri perineum. Di Indonesia, prevalensi ibu bersalin yang mengalami Ruptur perineum terbanyak dalam rentang usia 32-39 tahun yaitu sebesar 62%. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2021 menunjukkan bahwa di Indonesia Ruptur perineum dialami oleh 1.463 ibu (75%) dari 1.951 ibu melahirkan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, sebanyak 1.112 orang (57%) ibu mendapat jahitan perineum, kemudian sebanyak 156 (8%) karena episiotomy dan sebanyak 566 orang (29%) karena robekan spontan (Kemenkes RI, 2021). Penanganan non farmakologi sebagai alternatif untuk membunuh bakteri pada luka perineum menggunakan kayu manis. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian rebusan kayu manis terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Segala Mider. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah quasy Experimental Design Pretest-Posttest Control Group Design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa nilai p-value = 0,001 pada kelompok intervensi dan 0,002 pada kelompok kontrol yang artinya ada pengaruh pemberian rebusan kayu manis terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Segala Mider Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025. Saran dari penelitian diharapkan Puskesmas mampu memberikan penyuluhan atau konseling kepada masyarakat bahwa kayu manis dapat dijadikan alternatif pengobatan nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri luka perineum ibu nifas.
Copyrights © 2026