Arsitektur tradisional Indonesia merupakan wujud ekspresi budaya yang kaya akan nilai filosofis dan simbolis, salah satunya tercermin dalam rumah adat Jawa. Rumah Joglo tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga merepresentasikan struktur sosial, nilai budaya, dan tata kehidupan masyarakat Jawa. Di Kotagede, Yogyakarta, Rumah Kalang menjadi contoh arsitektur tradisional yang berkembang melalui proses akulturasi antara budaya Jawa dan arsitektur kolonial Belanda (Indis). Keberadaan Rumah Kalang menunjukkan perpaduan tata ruang tradisional Jawa dengan elemen arsitektural Eropa, seperti penggunaan kolom bergaya Korinthia-Romawi, material batu bata, serta ornamen khas kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek arsitektural dan fungsi ruang Rumah Kalang sebagai representasi akulturasi budaya Jawa dan Belanda. Kajian ini didasarkan pada teori arsitektur tradisional Jawa, konsep pembagian ruang rumah Joglo, serta teori akulturasi budaya dalam arsitektur yang menekankan proses adaptasi unsur asing tanpa menghilangkan identitas lokal
Copyrights © 2025