Klorofil merupakan zat pewarna hijau sekaligus antioksidan dari tumbuhan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam industri pangan, kosmetik hingga energi terbarukan. Keberadaannya dialam yang melimpah membuatnya menarik untuk diteliti dan dikembangkan pemanfaatannya. Berbagai metode digunakan dalam mengekstrak klorofil dari bahan alam yang ada. Salah satu jenis tanaman dengan kadar klorofil tertinggi adalah daun papaya, namun belum menemukan kadar klorofil tertinggi dari proses ektraksi yang digunakan selama ini. Pemanfaatan daun papaya selama ini hanya digunakan untuk pakan ternak sehingga sangat menarik untuk dikembangkan guna dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam hal-hal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kadar klorofil tertinggi dengan perlakuan jenis pelarut dan kadar zat penstabil yang digunakan pada proses ekstraksi klorofil daun papaya. Penelitian dilakukan dengan 2 variable perlakuan, antara lain jenis pelarut yaitu etanol dana seton serta perlakuan kadar zat penstabil NaHCO3 yang digunakan yaitu 1%, 3% dan 5%. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil tertinggi adalah pada perlakuan dengan menggunakan aseton sebagai pelarut dan penambahan zat penstabil NaHCO3 sebanyak 3%. Perlakuan tersebut menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 7,56%, kadar klorofil total rata-rata sebesar 10,597%, kadar klorofil a rata-rata sebesar 5,916% dan kadar klorofil b rata-rata sebesar 4,684%.
Copyrights © 2026