Kekerasan seksual pada remaja masih menjadi masalah serius, termasuk di SMPN 1 Kota Palu yang mencatat kasus pencabulan oleh teman sebaya maupun oknum guru. Kurangnya pendidikan seks dini menyebabkan persepsi remaja kurang tepat, kecemasan tidak terarah, serta kewaspadaan terhadap risiko kekerasan seksual rendah. Metode Focus Group Discussion (FGD) dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja melalui diskusi yang interaktif, terbuka, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan seks dini melalui metode Focus Group Discussion terhadap persepsi, tingkat kecemasan, dan kewaspadaan kekerasan seksual pada remaja kelas IX di SMPN 1 Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest–posttest dengan 77 siswa kelas IX yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner persepsi, kecemasan, dan kewaspadaan sebelum dan sesudah intervensi FGD, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon (p < 0,05) karena data berpasangan tidak berdistribusi normal. Terdapat perbedaan signifikan pada persepsi, tingkat kecemasan, dan kewaspadaan setelah intervensi (p < 0,001), yang menunjukkan bahwa pendidikan seks dini melalui FGD efektif meningkatkan pemahaman, menurunkan kecemasan, dan meningkatkan kewaspadaan remaja terhadap kekerasan seksual. Pendidikan seks dini melalui metode Focus Group Discussion berpengaruh signifikan terhadap persepsi, tingkat kecemasan, dan kewaspadaan remaja kelas IX di SMPN 1 Kota Palu, serta direkomendasikan sebagai strategi preventif efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perlindungan terhadap risiko kekerasan seksual.
Copyrights © 2026