Latar Belakang: Hipertensi urgensi dan hipertensi emergensi merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan membutuhkan penanganan cepat serta pemantauan keperawatan berkelanjutan untuk mencegah kerusakan organ target (Whelton et al., 2018; Carey et al., 2018). Perbedaan derajat keparahan kondisi klinis menuntut pemilihan obat antihipertensi yang tepat sesuai kebutuhan pasien (Kario, 2018). Tujuan: Menganalisis respons tekanan darah terhadap berbagai antihipertensi pada pasien hipertensi urgensi dan emergensi. Metode: enelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif terhadap rekam medis pasien yang dirawat di IGD Rumah Sakit X selama periode Mei–Oktober 2025. Sampel berjumlah 67 pasien, terdiri dari 25 pasien hipertensi urgensi dan 42 pasien hipertensi emergensi. Obat yang dianalisis meliputi nicardipin intravena, captopril sublingual, candesartan oral, dan amlodipin oral. Hasil: Hasil menunjukkan nicardipin intravena memberikan respons tercepat dengan penurunan rata-rata tekanan darah sebesar 40/25 mmHg dalam satu jam. Captopril sublingual menurunkan tekanan darah rata-rata 30/18 mmHg dalam 1–2 jam, diikuti candesartan oral sebesar 25/15 mmHg dan amlodipin oral sebesar 20/10 mmHg. Pasien dengan komorbiditas penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis dan dehidrasi sedang menunjukkan ketidakstabilan hemodinamik lebih tinggi. Kesimpulan: respons penurunan tekanan darah dipengaruhi oleh jenis obat, rute pemberian, dan kondisi klinis pasien. Perawat berperan penting dalam pemantauan respons terapi dan keselamatan pasien di IGD. Kata Kunci: Hipertensi, Keperawatan Gawat Darurat, Obat
Copyrights © 2026