Runtuhnya bangunan merupakan salah satu penyebab yang paling dominan adanya korban jiwa saat terjadi gempa bumi. Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kerusakan hingga runtuhnya bangunan selama gempa bumi, perlu dilakukan evaluasi pada bangunan terhadap beban seismik. Dengan evaluasi tersebut tentunya dapat memprediksi tingkat probabilitas terjadinya kerusakan pada bangunan apabila terjadi gempa bumi. Penelitian ini menjelaskan tingkat probabilitas dengan menggunakan kurva kerapuhan untuk mengevaluasi kinerja bangunan masjid. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mengatasi kemungkinan kerusakan bangunan akibat gempa bumi. Selain itu, banyak juga bangunan masjid yang dibangun atas asas gotong royong tanpa menggunakan perhitungan teknik secara detail. Oleh sebab itu, evaluasi pada bangunan masjid sangat perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan aplikasi simulasi numerik STERA 3D dengan menggunakan data gempa riwayat waktu. Terdapat lima jenis data riwayat gempa yang digunakan pada variasi penelitian ini. Selain itu, bentuk ketidakberaturan bangunan juga menjadi salah satu faktor yang diteliti. Dengan dilakukannya analisis pushover, maka diperoleh output kurva kapasitas untuk perhitungan menggunakan metode HAZUS sehingga dihasilkan kurva kerapuhan seismik. Hasil evaluasi menunjukkan dengan variasi data riwayat waktu yang berbeda menghasilkan tingkat probabilitas kerusakan yang berbeda-beda.
Copyrights © 2025