AbstrakHammer pada mesin limestone crusher di PT Semen Baturaja Tbk merupakan komponen utama dalam proses penghancuran batu kapur yang bekerja pada kondisi beban benturan dan gesekan tinggi, sehingga rentan mengalami keausan dan kegagalan. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan efisiensi operasi serta peningkatan biaya perawatan dan penggantian komponen. Material hammer yang dianalisis adalah baja mangan cor standar ASTM A128 Grade B2, yang dipilih karena kemampuannya mengalami pengerasan kerja (work hardening). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis material hammer, meliputi komposisi kimia, kekerasan, dan ketangguhan impak, serta mengevaluasi pengaruh perlakuan panas (heat treatment) terhadap peningkatan kekerasan material. Metode penelitian bersifat eksperimental di laboratorium. Analisis komposisi kimia dilakukan menggunakan Optical Emission Spectrometry. Pengujian kekerasan Vickers dilakukan pada tiga kondisi spesimen, yaitu tanpa perlakuan panas, spesimen yang di-hardening pada suhu 850 °C dengan media quenching air, dan silicon oil. Pengujian impak Charpy dilakukan pada material tanpa perlakuan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material hammer tergolong baja karbon tinggi dengan kandungan karbon 1,18% dan baja mangan tinggi dengan kandungan mangan 15,47%. Nilai kekerasan awal material sebesar 262 VHN. Perlakuan quenching menggunakan silicon oil meningkatkan kekerasan menjadi 320 VHN, sedangkan quenching air menghasilkan kekerasan tertinggi sebesar 348 VHN. Berdasarkan hasil tersebut, perlakuan panas hardening dengan quenching air dinilai paling efektif untuk meningkatkan kekerasan material hammer, sehingga berpotensi meningkatkan ketahanan aus dan umur pakai komponen pada aplikasi industri semen. Kata kunci:Hammer crusher, sifat mekanis, baja mangan, perlakuan panas, kekerasan vickers
Copyrights © 2026