Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat, khususnya di wilayah pedesaan. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, serta pengelolaan PTM, disertai dengan belum optimalnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), menjadi tantangan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Desa Naumbai menghadapi permasalahan berupa kurangnya pemanfaatan lahan pekarangan serta minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis, manfaat, dan cara pengolahan tanaman obat keluarga sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait PTM, khususnya diabetes melitus dan hipertensi, serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA melalui pembuatan apotek hidup. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, pembagian leaflet edukatif, serta kegiatan praktik penanaman TOGA yang dilaksanakan secara partisipatif melalui tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum Desa Naumbai dengan melibatkan perangkat desa dan kader kesehatan setempat. Implementasi kegiatan dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman obat, antara lain jahe, kunyit, serai, sirih, temulawak, dan kumis kucing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai PTM, meliputi pengertian, faktor risiko, gejala, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, disertai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan serta pemeliharaan TOGA. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, integrasi penyuluhan PTM dan program apotek hidup berbasis TOGA efektif sebagai upaya awal dalam meningkatkan kesadaran, kemandirian kesehatan, dan perilaku hidup sehat masyarakat Desa Naumbai secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026