AbstractThis essay is aimed at discovering the meaning of decoration motif of betel on minangkabau traditional bulding carving and the importance of piper betle in Minangkabu customs. The research result show that such motif was inspired by vegetations on the surrounding environments. Furthermore, the motif predated pre-historic era, which is proven by the similiarity of the shape of piper betle motif on menhir which is megalith heritage in Limapuluh regency. Not only does this motif have aesthetical values but also a representation of joy, friendship and unity. Furthermore, such motif also suggests that piper betle was a sacred and highly significant piece of cultural items. Present use of piper betle in every Minangkabau social traditional activity proves further of such significance.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengetahui makna motif hias sirih gadang pada bangunan tradisional Minangkabau dan arti penting sirih (piper betle) dalam adat budaya Minangkabau. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif sirih gadang pada ukiran bangunan tradisional diinspirasi dari tumbuhan yang ada di alam sekitar. Selain itu, motif ini sebenarnya berakar dari masa prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan adanya kemiripan bentuk motif sirih pada ukiran dengan motif hias pada menhir yang merupakan tinggalan budaya megalitik di Kabupaten Limapuluh Kota. Motif ini bukan hanya mempunyai nilai estetis, tapi juga menyimbolkan kegembiraan, persahabatan, dan persatuan. Munculnya motif hias sirih gadang pada ukiran tradisional Minangkabau menunjukkan bahwa sirih merupakan benda budaya yang sangat penting dan bahkan sakral. Hal ini dikuatkan dengan adanya penggunaan sirih (piper betle) dalam setiap kegiatan adat masyarakat Minangkabau hingga masa sekarang.
Copyrights © 2011