Penelitian ini mengkaji komunikasi antara Suku Madura dan Suku Tengger dalam mendukung pengembangan kearifan lokal di Kabupaten Malang. Keberagaman kearifan lokal mencakup budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dan lain-lain. Metode yang diterapkan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: 1). Komunikasi multikultural antara kedua suku menunjukkan pola interaksi yang mengarah pada asimilasi dan akulturasi budaya, 2). Walaupun mereka memiliki bahasa ibu yang berbeda (bahasa Madura dan bahasa Tengger), Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi utama, 3). Kearifan lokal yang diteruskan oleh kedua suku, seperti nilai-nilai kerjasama, musyawarah, dan saling menghargai, berfungsi sebagai dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang harmonis, 4). Tokoh masyarakat dan pemimpin adat dari kedua suku memiliki peran penting dalam membantu komunikasi dan menyelesaikan perselisihan. Dalam masyarakat yang beragam budaya, diperlukan kebijaksanaan dan kesadaran akan keberagaman saling menghormati perbedaan yang ada. Pengembangan identitas bersama melalui komunikasi multikultural secara bertahap sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Malang, di mana keberagaman etnis dianggap sebagai aset, bukan sebagai hambatan. Hal ini memperkuat rasa kepemilikan dan solidaritas di tengah masyarakat yang memiliki berbagai budaya.
Copyrights © 2026