Penelitian ini dilakukan di Desa Cibitung dan sekitarnya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, dengan tujuan menganalisis karakteristik geomorfologi serta keterkaitannya dengan sebaran litologi. Kajian mencakup aspek morfografi, morfometri, pola pengaliran, dan karakteristik litologi. Identifikasi geomorfologi dilakukan melalui analisis citra DEM yang dipadukan dengan observasi lapangan, sedangkan litologi ditentukan berdasarkan pengamatan langsung dan deskripsi megaskopis. Secara morfografi, daerah penelitian tersusun atas dua bentuk lahan utama, yaitu dataran rendah dan perbukitan rendah. Pola pengaliran berkembang dalam bentuk subdendritik dan trellis. Analisis morfometri menunjukkan lima kelas kemiringan lereng, meliputi datar, sangat landai, landai, agak curam, dan curam. Proses endogen yang memengaruhi perkembangan bentang alam berupa aktivitas tektonik, yang tercermin dari keberadaan perbukitan bergelombang, serta aktivitas vulkanik yang ditunjukkan oleh kehadiran lava basalt. Sementara itu, proses eksogen yang dominan meliputi erosi, pelapukan, dan pelarutan. Terdapat dua satuan bentang alam yang terbentuk yaitu, satuan bentang alam karst dan satuan bentang alam denudasional. Satuan bentang alam karst pada daerah penelitian terdapat ceruk pada singkapan yang terbentuk oleh pelarutan batugamping, sedangkan satuan bentang alam denudasional pada daerah penelitian yang dicirikan dengan banyaknya lapukan batuan yang terbentuk dari batupasir dan basalt yang secara bertahap mengalami pelapukan dan erosi Integrasi data geomorfologi dan litologi menghasilkan lima satuan geomorfologi berbasis kelas relief, yaitu: (1) Satuan Dataran Rendah Sangat Bergelombang Lemah Denudasional, (2) Satuan Perbukitan Rendah Bergelombang Kuat Denudasional, (3) Satuan Perbukitan Rendah Bergelombang Lemah Karst, (4) Satuan Perbukitan Rendah Bergelombang Kuat Karst, dan (5) Satuan Perbukitan Rendah Terjal Karst.Kata kunci : Cibitung, Geomorfologi, Litologi, Morfogenetik, Morfometri
Copyrights © 2025