AbstractElephants recently have suffered from an extreme population decrease due to palm plantation expansion that claimed elephants travel route. Economic interests seem to cause ecosystem destructions. Some historical and archaeological data have also suggested the presence of elephants, especially in Sumatra. This research is aimed at exposing facts of the great and long-lasting interests on elephants at historical and archaeological perspectives. Thus, the inductive reasoning in a descriptive-comparative review-type is used to investigate how elephants were seen and treated to prevent from a complete destruction of the elephant ecosystem in the future.AbstrakPopulasi gajah belakangan ini semakin berkurang dan salah satu alasannya berkenaan dengan pembukaan lahan - yang sebelumnya merupakan ruang jelajah gajah – untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Kepentingan ekonomi terlihat akan merusak tatanan lingkungan hidup. Adapun data arkeologis dan historis juga banyak berkenaan dengan keberadaan gajah, di Sumatera khususnya. Tujuannya adalah membahas tentang gajah melalui sudut pandang arkeologis dan historis untuk menunjukkan gajah sebagai makhluk hidup juga telah mendapat perhatian yang besar sejak dahulu. Untuk itu digunakan alur penalaran induktif dalam tipe kajian deskriptif komparatif. Hasilnya adalah pengenalan tentang bagaimana gajah dipandang dan diperlakukan sejak dahulu, sehingga diharapkan dapat membantu upaya penanggulangan ancaman kemusnahannya kelak.
Copyrights © 2014