Tinjauan ini mengkaji evaluasi implementasi Program Kesehatan Ibu dan Anak dalam meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah tertinggal di Indonesia. Tujuan utama adalah untuk mengevaluasi efektivitas program, pendekatan benchmark dalam akses perawatan kesehatan, mengidentifikasi intervensi yang sensitif budaya, serta menganalisis tantangan infrastruktur dan sumber daya manusia. Analisis dilakukan terhadap penelitian kualitatif, kuantitatif, dan campuran di daerah pedesaan, perbatasan, dan 3T, dengan fokus pada hasil program, keterlibatan masyarakat, aksesibilitas, kapasitas tenaga kerja, dan dampak inovasi. Temuan menunjukkan bahwa intervensi berbasis masyarakat dan disesuaikan secara budaya secara signifikan meningkatkan pemanfaatan layanan dan hasil kesehatan, meskipun kekurangan infrastruktur dan tenaga kerja menjadi kendala utama. Strategi inovatif, seperti klinik bergerak, rumah tunggu bersalin, dan teknologi digital, menunjukkan potensi tetapi menghadapi tantangan keberlanjutan dan skalabilitas akibat kesenjangan kebijakan dan keterbatasan sumber daya. Pendekatan multisektoral yang terintegrasi dan pendekatan lokal yang disesuaikan meningkatkan efektivitas program, namun memerlukan pemantauan lebih intensif dan dukungan jangka panjang. Hasil ini menekankan perlunya strategi komprehensif yang konteks-spesifik untuk mengatasi hambatan sisi penawaran dan permintaan guna mengurangi kematian ibu dan bayi di daerah-daerah kurang terlayani. Tinjauan ini memberikan wawasan kepada pembuat kebijakan dan praktisi tentang praktik terbaik serta area intervensi yang perlu difokuskan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah terpencil.
Copyrights © 2026