Fenomena infeed current pada saluran transmisi 150 kV GI Sunyaragi–Mandirancan–Arjawinangun telah mempengaruhi akurasi pengukuran impedansi oleh rele jarak secara signifikan. Ketidaktepatan tersebut mengakibatkan kesalahan estimasi titik gangguan yang memicu kegagalan operasi, baik berupa jangkauan kurang maupun jangkauan berlebih pada sistem proteksi. Metode yang diterapkan adalah perhitungan nilai faktor infeed (k) sebagai faktor koreksi kesalahan pembacaan oleh rele jarak pada simulasi gangguan hubung singkat di berbagai konfigurasi jaringan (kondisi infeed current). Hasil analisis menunjukkan bahwa Fenomena underreach (jangkauan jauh) terjadi saat ada pembangkit di GI depan dengan kenaikan impedansi sebesar 65,89% dari kondisi stabil (tanpa infeed) dengan impedansi 1,29 Ω menjadi 2,14 Ω. Kemudian terjadi juga pada perubahan saluran ganda ke tunggal naik 43,41% menjadi 1,85 Ω dari 1,29 Ω, serta pada saat ada perubahan saluran ganda ke ganda naik sebesar 30,23% menjadi 1,68 Ω. Sedangkan, fenomena overreach terjadi pada perubahan saluran tunggal ke ganda yang mengalami penurunan impedansi sebesar 6.20% dari 1,29 Ω menjadi 1,21 Ω. Selain itu, keberadaan pembangkit listrik di gardu induk depan memicu fenomena jangkauan kurang yang paling signifikan dengan kenaikan 151,93% dari impedansi sebenarnya pada kondisi stabil 1,29 Ω menjadi 3,25 Ω, terutama pada gangguan satu fasa ke tanah yang mengalami lonjakan impedansi akibat kontribusi arus urutan nol dari trafo. Dari penelitian ini terbukti bahwa nilai faktor infeed (k) mampu mengoreksi kesalahan pembacaan impedansi oleh rele jarak karena faktor infeed current dengan mengalikan nilai faktor infeed (k) ke impedansi setting zona proteksinya.
Copyrights © 2026