Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan layanan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas di Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan telah berupaya menerapkan layanan inklusi melalui kebijakan berupa SOP layanan inklusi, pelatihan staf, penyediaan fasilitas fisik seperti jalur difabel dan komputer dengan pembaca layar, serta kerja sama dengan lembaga eksternal seperti BPBI Abiyoso. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala, seperti ketidakkonsistenan layanan, kurangnya komunikasi anatara pihak perpustakaan dan mahasiswa penyandang disabilitas, ketergantungan pada bantuan, serta akses digital yang belum ramah terhadap pengguna tunanetra. Hambatan ini mengindikasikan bahwa keberadaan fasilitas fisik dan kebijakan saja tidak cukup untuk mewujudkan akses informasi yang setara. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan, peningkatan pelatihan staf secara berkala, serta partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam perencanaan layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan yang dihadapi bukan berasal dari keterbatasan individu penyandang disabilitas, melainkan dari sistem layanan yang belum sepenuhnya inklusif. Oleh karena itu, perpustakaan perlu memperkuat pendekatan sosial dan partisipatif dalam mengembangkan layanan inklusi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026