Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepadatan penduduk dan pertumbuhan ekonomi terhadap emisi karbon dioksida (CO₂) di Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui konsumsi energi baru terbarukan sebagai variabel mediasi, dengan cakupan periode 2003–2023 untuk menangkap dinamika jangka panjang perubahan demografi, ekonomi, dan energi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder berupa deret waktu (time series) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bank Dunia, serta Our World in Data. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis jalur (path analysis) untuk mengidentifikasi pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel, yang didukung oleh uji asumsi klasik guna memastikan validitas dan reliabilitas model estimasi, serta uji Sobel untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung melalui variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap emisi CO₂, yang mengindikasikan meningkatnya tekanan lingkungan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi, sekaligus berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan konsumsi energi baru terbarukan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap emisi CO₂ maupun terhadap penggunaan energi baru terbarukan selama periode penelitian. Selanjutnya, konsumsi energi baru terbarukan terbukti berpengaruh negatif dan signifikan dalam menurunkan emisi CO₂ serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kepadatan penduduk dan emisi CO₂, namun tidak mampu memediasi hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan emisi CO₂. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pemanfaatan energi bersih dan terbarukan memiliki peran strategis dalam menekan emisi karbon tanpa menghambat pembangunan ekonomi, sehingga dapat mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2026