Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return on Assets (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia selama periode 2019–2024. ROA dipilih sebagai indikator utama kinerja profitabilitas perbankan karena mampu merefleksikan efektivitas dan efisiensi manajemen dalam mengelola total aset untuk menghasilkan laba secara optimal. Sementara itu, DPK dan FDR ditetapkan sebagai variabel independen karena keduanya merepresentasikan aktivitas inti perbankan syariah, yaitu penghimpunan dana dari masyarakat dan penyaluran pembiayaan kepada sektor riil, yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi stabilitas dan kinerja keuangan bank. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan statistik perbankan syariah yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak Eviews untuk menguji pengaruh parsial dan simultan antarvariabel. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi guna memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan bahwa peningkatan penghimpunan dana mampu memperkuat kapasitas bank dalam menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, FDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, menandakan bahwa tingkat penyaluran pembiayaan yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan risiko likuiditas dan pembiayaan bermasalah sehingga menekan profitabilitas. Secara simultan, DPK dan FDR berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 44,1 persen. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan dana dan pembiayaan yang seimbang, prudent, dan berkelanjutan guna meningkatkan kinerja profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.
Copyrights © 2026