Industri makanan tradisional Indonesia menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saing melalui inovasi produk dan penerapan standar keamanan pangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh varian rasa dan tingkat higienitas terhadap kepuasan konsumen produk Tahu Empat Sekawan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden konsumen yang telah mengonsumsi produk minimal satu kali. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur dengan skala Likert 5 poin yang mengukur tiga variabel utama yaitu varian rasa dengan 9 indikator, tingkat higienitas dengan 9 indikator, dan kepuasan konsumen dengan 7 indikator. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varian rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan koefisien regresi 0,423 dan nilai signifikansi 0,002. Tingkat higienitas juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,387 dan nilai signifikansi 0,005. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 72,3% variasi kepuasan konsumen dengan nilai R² sebesar 0,723 dan F hitung 32,865 (sig. 0,000). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa strategi diversifikasi menu melalui inovasi Tahu Gejrot Original, Tahu Walik, Tahu Bakso, dan Tahu Mix yang dikombinasikan dengan penerapan standar higienitas seperti penggunaan kemasan paper bowl food-grade, pemisahan kuah, dan kesegaran bahan baku berhasil menciptakan kepuasan konsumen yang tinggi dan mendorong niat pembelian ulang yang kuat, memberikan keunggulan kompetitif bagi produk Tahu Empat Sekawan sebagai camilan tradisional modern yang berkualitas.
Copyrights © 2026