Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI generatif seperti Gemini, telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran digital di pendidikan vokasi. Namun, tingkat kesiapan dan kompetensi digital guru dalam memanfaatkan teknologi tersebut masih menunjukkan variasi yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi digital serta pola pemanfaatan Generative AI Gemini oleh guru komputer di SMK TI Putra Jaya Binjai dengan menggunakan pendekatan unsupervised learning melalui algoritma K-Means Clustering. Subjek penelitian terdiri atas 28 guru komputer yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kompetensi digital, observasi aktivitas pembelajaran berbasis AI, studi dokumentasi bahan ajar, serta tes pemahaman konsep AI dalam pendidikan. Seluruh data dipraproses melalui tahap pembersihan dan normalisasi sebelum dilakukan proses klastering. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah tiga, yaitu klaster Implementator Aktif, Pengguna Moderat, dan Adaptasi Awal. Klaster Implementator Aktif memiliki tingkat kompetensi digital tinggi serta pemanfaatan Gemini yang intensif dalam penyusunan materi ajar, pembuatan soal, dan visualisasi konsep pembelajaran. Klaster Pengguna Moderat menunjukkan pemanfaatan AI yang bersifat fungsional dan terbatas, sementara klaster Adaptasi Awal masih memiliki tingkat literasi AI yang rendah dan minim integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi Generative AI Gemini dan algoritma K-Means efektif dalam memetakan kesiapan teknologi guru secara objektif dan berbasis data. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian learning analytics di pendidikan vokasi dengan menawarkan model pemetaan kompetensi guru berbasis AI yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perancangan program pelatihan dan pengembangan profesional guru yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026