Transformasi digital menjadi imperatif strategis bagi keberlangsungan UMKM di era Revolusi Industri 4.0, namun implementasinya masih menghadapi hambatan signifikan di wilayah Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi digital marketing untuk meningkatkan daya saing UMKM Pasar Obor Kelurahan Klamana Kota Sorong yang masih terjebak pada model bisnis konvensional dan pasif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap publikasi tahun 2020-2025, diperkuat dengan observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada pelaku UMKM. Temuan penelitian mengungkapkan paradoks digital, di mana tingginya tingkat kepemilikan smartphone hampir 100% tidak berbanding lurus dengan produktivitas ekonomi karena pemanfaatan yang hanya terbatas pada fungsi hiburan dan komunikasi personal. Kesenjangan literasi digital yang signifikan menyebabkan pelaku UMKM belum mampu mengoptimalkan teknologi untuk kegiatan produktif seperti promosi digital, manajemen pelanggan, dan perluasan jangkauan pasar. Strategi implementasi yang dirumuskan adalah pendekatan adaptif bertahap melalui optimalisasi platform digital marketing sepeti facebook/ instagram/ tiktok, adopsi QRIS untuk kredibilitas usaha, dan storytelling produk lokal. Strategi ini terbukti efektif mentransformasi mentalitas bisnis dari pola menunggu pembeli menjadi menjemput bola, mengatasi keterbatasan fisik pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional. Digitalisasi yang disesuaikan dengan kapasitas lokal menjadi solusi vital untuk memperkuat daya saing UMKM Pasar Obor secara berkelanjutan dalam menghadapi kompetisi ritel modern.
Copyrights © 2026