Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2024, dengan memfokuskan pada pengaruh kebijakan hutang (Debt to Equity Ratio/DER) dan ukuran perusahaan (SIZE) terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Price Book Value (PBV). Penelitian ini bersifat empiris dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan yang diperoleh melalui situs resmi BEI. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 35 perusahaan dengan total observasi 210 data panel. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda data panel melalui software Eviews 12, dengan tahapan pemilihan model (uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier), serta uji asumsi klasik meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kebijakan hutang (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan penggunaan hutang cenderung dipandang sebagai risiko keuangan yang dapat menurunkan persepsi investor, namun belum menjadi faktor utama yang menentukan perubahan nilai perusahaan. Selanjutnya ukuran perusahaan (SIZE) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), yang berarti semakin besar total aset perusahaan tidak selalu diikuti dengan efisiensi pengelolaan dan peningkatan laba, sehingga menurunkan penilaian investor. Secara simultan, kebijakan hutang (DER) dan ukuran perusahaan (SIZE) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), sehingga investor lebih mempertimbangkan faktor lain seperti profitabilitas, arus kas, dan prospek pertumbuhan.
Copyrights © 2026