Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh worklife balance, dukungan organisasi dan motivasi kerja terhadap burnout, baik secara parsial maupun simultan. Fenomena dalam penelitian ini meliputi: (1) Seberapa besar pengaruh worklife balance terhadap burnout, (2) Seberapa besar pengaruh dukungan organisasi terhadap burnout, (3) Seberapa besar motivasi kerja terhadap burnout, dan (4) Seberapa besar pengaruh worklife balance, dukungan organisasi dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap burnout. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 42 karyawan Generasi Z di Codero. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Worklife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Burnout. semakin tinggi Worklife Balance yang dirasakan oleh responden, semakin tinggi pula tingkat Burnout yang dialami. Implikasinya, peningkatan dukungan organisasi yang diterima karyawan justru diiringi dengan kenaikan tingkat kelelahan emosional (burnout) yang dialami. Dan semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki karyawan, semakin besar pula potensi munculnya burnout. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap Burnout. Temuan ini menyiratkan bahwa meskipun Worklife Balance, Dukungan Organisasi, dan Motivasi Kerja umumnya dianggap sebagai faktor protektif, dalam konteks spesifik startup Codero, ketiganya justru berkontribusi terhadap peningkatan Burnout. Hal ini diduga kuat karena tingginya tuntutan kerja, budaya kerja yang intens, dan ekspektasi kinerja yang tinggi, di mana keseimbangan, dukungan, dan motivasi yang dirasakan justru dapat memicu tekanan berlebih dan kelelahan kronis (burnout) jika tidak dikelola dengan tepat.
Copyrights © 2026