Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan Geopolymer Foam Concrete (GFC) berbasis fly ash kelas F terhadap paparan lingkungan dengan variasi lingkungan asam (pH 4), lingkungan netral (pH 7), dan lingkungan basa (pH 12) melalui pengaturan kadar foam agent, dimana sebanyak 18 benda uji silinder berukuran 15×30 cm disiapkan dan diuji menggunakan variasi foam agent 0% (tanpa foam), 1:15, dan 1:25 terhadap berat pasta geopolimer serta sistem aktivator NaOH 10 M dan Na₂SiO₃ pada rasio 1:2,5, kemudian mengevaluasi parameter slump flow untuk workability, perubahan massa setelah perendaman 28 hari sebagai indikator durabilitas, dan kuat tekan sebagai representasi performa mekanik, dimana hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar foam agent secara konsisten meningkatkan nilai slump flow dari 66 cm menjadi 76 cm dan 82 cm yang memenuhi klasifikasi Self-Compacting Concrete (SCC) kelas SF2–SF3, namun pada saat yang sama menyebabkan peningkatan porositas yang berdampak pada penurunan signifikan kuat tekan dari 43,63 MPa menjadi 18,80 MPa dan 10,73 MPa, serta memperbesar perubahan massa terutama pada lingkungan asam dengan degradasi tertinggi mencapai 8,84% pada variasi 1:25, sehingga variasi 1:15 dinilai memberikan keseimbangan paling optimal antara kemampuan alir, stabilitas dimensi, dan ketahanan mekanik untuk aplikasi konstruksi berkelanjutan pada kondisi lingkungan multi-pH.
Copyrights © 2026