Tata letak gudang yang kurang optimal pada PT Nusavaria Chandra Sentosa menyebabkan jarak perpindahan material antar area utama seperti gudang, ruang service, ruang administrasi, dan area parkiran/loading menjadi relatif jauh sehingga menurunkan efisiensi operasional secara signifikan. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak gudang untuk meminimalkan jarak perpindahan material serta meningkatkan kelancaran alur kerja menggunakan metode Blocplan berbasis Activity Relationship Chart (ARC). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan pengukuran lapangan. Analisis dilakukan dengan menghitung jarak perpindahan menggunakan metode Manhattan (rectilinear distance) dan Euclidean untuk membandingkan layout eksisting dengan layout usulan secara komprehensif dan terukur. Hasil perancangan menghasilkan beberapa alternatif tata letak dan dipilih Layout 4 sebagai rancangan terbaik berdasarkan nilai score dan total jarak perpindahan. Layout usulan mampu menurunkan total jarak perpindahan material dari 360 m/hari menjadi 198,96 m/hari berdasarkan metode Manhattan (efisiensi 44,73%) serta dari 270 m/hari menjadi 148,25 m/hari berdasarkan metode Euclidean (efisiensi 45,09%). Penurunan jarak ini berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, pengurangan waktu material handling, serta perbaikan kelancaran alur distribusi internal perusahaan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Blocplan efektif digunakan dalam perancangan tata letak gudang karena mampu mengoptimalkan kedekatan antar area berdasarkan intensitas hubungan aktivitas operasional perusahaan. Tata letak usulan dapat dijadikan rekomendasi implementatif strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.
Copyrights © 2026