Penelitian ini membahas pengaruh media sosial di era digital terhadap nilai toleransi di kalangan generasi muda. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola interaksi sosial, menjadikan media sosial sebagai ruang utama untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Di satu sisi, media sosial memberikan dampak positif berupa akses informasi yang luas, kampanye keberagaman, dan gerakan sosial yang mendorong inklusivitas. Namun, di sisi lain, media sosial juga memunculkan tantangan seperti polarisasi, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta terbentuknya ruang gema yang memperkuat pandangan eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur untuk menganalisis fenomena ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital, pengaruh figur publik, dan dinamika politik menjadi faktor penting yang mempengaruhi sikap toleransi generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif melalui pendidikan literasi digital, kampanye positif, dan kolaborasi multi-pihak agar media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat nilai toleransi dalam masyarakat yang majemuk.
Copyrights © 2026