Kelompok komunitas berbasis pertanian seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan di tengah tantangan alih fungsi lahan akibat urbanisasi. Kelompok Wanita Tani KSB di Kabupaten Bogor merupakan salah satu kelompok yang aktif mengembangkan praktik pertanian perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jaringan komunikasi dengan tingkat partisipasi anggota KWT KSB. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap 30 anggota kelompok. Analisis jaringan komunikasi dilakukan menggunakan perangkat lunak UCINET 6.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jaringan komunikasi terbentuk dalam pola radial personal network dengan integrasi rendah namun terbuka terhadap lingkungan luar, di mana ketua kelompok berperan sebagai opinion leader dan penghubung eksternal. Tingkat partisipasi anggota bervariasi, relatif rendah pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, sedang pada tahap menikmati hasil, serta cukup aktif pada tahap evaluasi. Analisis korelasional menunjukkan adanya hubungan positif antara posisi strategis dalam jaringan komunikasi dengan tingkat partisipasi anggota. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan jaringan komunikasi internal menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi anggota serta mendukung keberlanjutan KWT berbasis komunitas.
Copyrights © 2026