Latar Belakang Masalah: Era digitalisasi dan Society 5.0 menuntut percepatan adopsi teknologi, termasuk di tingkat pedesaan, guna meningkatkan efisiensi sektor pertanian, UMKM, dan pelayanan publik. Desa Sei Semayang, yang memiliki potensi pertanian dan keragaman UMKM, menghadapi tantangan dalam keterbatasan literasi teknologi (IoT) masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa Sei Semayang dalam meningkatkan pemahaman dan penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Metode pengabdian: yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil pengabdian: menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Sei Semayang telah menjalankan perannya sebagai fasilitator dan motivator melalui program pendampingan, sosialisasi, dan penyediaan infrastruktur internet desa. Namun, tingkat pemahaman masyarakat masih bervariasi, dipengaruhi oleh faktor usia dan akses perangkat. Pemerintah desa berperan penting dalam memediasi teknologi yang mendukung smart farming dan pemasaran digital UMKM lokal. Faktor pendukung utama adalah partisipasi aktif pemuda desa, sementara hambatan utamanya adalah terbatasnya anggaran operasional untuk pelatihan intensif dan rendahnya literasi digital pada kelompok tani usia lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran proaktif pemerintah desa, yang didukung kolaborasi dengan pihak akademisi atau swasta, sangat krusial dalam mempercepat transformasi digital di Desa Sei Semayang.
Copyrights © 2026