Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian akademis terhadap penelitian pertanian keluarga telah meningkat secara signifikan. Pertanian keluarga mewakili sistem pertanian yang dominan secara global, berperan sebagai landasan utama keamanan pangan dan pembangunan pedesaan. Analisis bibliometrik ini mengkaji produksi ilmiah tentang keberhasilan pertanian keluarga antara tahun 1977 dan 2025 dari sumber Scopus. Analisis tersebut menemukan 84 artikel yang ditulis oleh berbagai negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Kuba, dan negara-negara di Eropa, Asia, dan Afrika, yang berkontribusi pada topik pertanian keluarga. Menarik untuk dicatat bahwa Indonesia cukup aktif dalam meneliti pertanian keluarga, karena terdapat jumlah yang signifikan dari pertanian keluarga di Indonesia yang merupakan operasi pertanian skala kecil. Analisis jaringan ko-munculan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor keberhasilan pertanian keluarga dalam literatur penelitian didominasi oleh tiga dimensi utama: (1) dimensi demografis yang menekankan karakteristik sumber daya manusia, termasuk aspek gender dan struktur usia, (2) dimensi geografis yang memprioritaskan konteks regional, terutama di Afrika dan Asia Timur, dan (3) dimensi metodologis yang berfokus pada pendekatan penelitian dan analisis demografis. Pertanian keluarga memproduksi sebagian besar makanan segar yang dikonsumsi di pusat-pusat perkotaan besar, namun kesuksesannya bergantung pada berbagai kebijakan publik, mulai dari penguatan fasilitas produksi hingga dukungan saluran pemasaran. Indonesia muncul sebagai simpul yang lebih kecil di bagian atas jaringan dengan koneksi terbatas, menunjukkan keterlibatan yang relatif rendah dalam kolaborasi penelitian internasional tentang pertanian keluarga meskipun memiliki sektor pertanian keluarga yang signifikan.
Copyrights © 2025