Minyak atsiri biji pala mengandung eugenol, linalool dan miristisin yang memiliki aktivitas sebagai analgetik. Penelitan ini bertujuan untuk memformulasi minyak atsiri biji pala (Myristica fragrans) menjadi balsem dengan berbagai konsentrasi, mengetahui efektivitas analgetik sediaan balsem minyak atsiri biji pala dan melihat konsentrasi sedian yang memiliki efektivitas analgetik paling baik. Balsem dibuat menjadi empat formula F0, F1, F2, dan F3. Evaluasi sediaan balsem meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, stabilitas, daya lekat dan uji iritasi. Hasil uji pH selama 6 minggu didapatkan rentang pH sediaan berkisar 5,35-6,24. Uji homogenitas didapatkan bahwa sedian balsem homogen. Uji stabilitas menunjukkan keempat sediaan stabil secra fisik. Uji daya sebar didapatkan hasil 5,19-5,41. Uji iritasi balsem tidak menimbulkan reaksi iritasi pada kulit. Uji efektivitas sediaan balsem dilakukan dengan dua metode yaitu hotplate dan jentik ekor. Uji analgetik metode hotplate dan jentik ekor didapatkan waktu puncak latency pada menit ke 90 dan dengan %MPE yaitu 93,18% pada metode hotplate dan 35,86% untuk jentik ekor. Dari data waktu respon seluruh kelompok dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dua arah dan dilakukan uji Duncan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu minyak atsiri biji pala dapat diformulasi menjadi sediaan balsem dengan berbagai konsentrasi, balsem minyak atsiri biji pala memiliki efektivitas analgetik dengan konsentrasi efektivitas analgetik paling baik pada metode hotplate dan jentik ekor yaitu 8%.
Copyrights © 2026