Tanaman kelapa sawit merupakan komoditas unggulan perkebunan di Indonesia yang berkontribusi besar bagi perekonomian nasional. Salah satu tantangan utama dalam budidayanya adalah gulma yang menurunkan produktivitas melalui persaingan hara, air, dan cahaya. Umumnya, gulma dikendalikan secara manual dan chemis (kimiawi). Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya pengendalian gulma manual dan chemis di Afdeling I Kebun Pabatu PT. Perkebunan Nusantara IV Regional II. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data menggunakan Independent Sampel T-Test pada taraf α = 5%. Data penelitian berupa rencana anggaran biaya (RKAP) dan realisasi biaya pengendalian gulma tahun 2022–2024. Hasil menunjukkan rata- rata biaya pengendalian chemis sebesar Rp2.154,15/pokok, sedangkan manual Rp1.609,25/pokok. Selisih biaya Rp544,9 memperlihatkan bahwa pengendalian chemis lebih tinggi dibanding manual. Namun, uji T membuktikan bahwa perbedaan tidak signifikan secara statistik (T-hitung 1,953 < T-tabel 2,776). Dengan demikian, biaya kedua metode relatif setara. Dari sisi teknis, chemis lebih cepat dilaksanakan, sedangkan manual lebih ramah lingkungan. Temuan ini memberikan dasar bagi perusahaan dalam menentukan strategi pengendalian gulma yang sesuai kondisi kebun, curah hujan, tenaga kerja, dan anggaran yang tersedia.
Copyrights © 2025