Studi ini menganalisis fenomena spiritualitas temporal yang berkembang pesat di tengah masyarakat kontemporer melalui kacamata kritik filsafat. Dengan mengadopsi metode tinjauan literatur naratif, penelitian ini mensintesis berbagai pemikiran filosofis untuk mengevaluasi pergeseran makna spiritualitas dari pencarian hakikat yang transenden menuju pemuasan kebutuhan emosional sesaat (temporal). Studi ini menelusuri bagaimana modernitas, konsumerisme, dan digitalisasi telah mengubah praktik spiritual menjadi komoditas yang bersifat dangkal. Temuan menunjukkan bahwa spiritualitas temporal cenderung mengabaikan dimensi etis dan asketis, sehingga gagal memberikan ketenangan jiwa yang substantif. Sebagai alternatif, studi ini menawarkan kerangka integrasi antara nilai-nilai tradisi hikmah (perennial) dengan dinamika kehidupan modern untuk mengembalikan fungsi spiritualitas sebagai alat pembebasan manusia dari belenggu keduniawian yang semu.
Copyrights © 2025