The high divorce rate in Indonesia is a worrying social phenomenon. Statistics Indonesia (BPS) data for 2024 recorded 394,608 divorce cases, with the majority being caused by persistent arguments, economic problems, and other social factors. This study focuses on uncovering the role of the Indonesian Ministry of Religious Affairs' interpretation (Tafsir) in providing solutions to these conflicts. This research uses a qualitative method with a literature study approach and thematic analysis of Quranic verses through the Ministry of Religious Affairs' interpretation (Tafsir). The results of the study show that Qur'anic values such as islah (Al-Hujurat: 9), justice (An-Nahl: 90), deliberation (Asy-Shura: 38), patience and forgiveness (Asy-Shura: 40, Ali Imran: 134), and the prohibition of criticizing (Al-Hujurat: 11) can be guidelines in resolving household conflicts. These values provide a spiritual and ethical approach that can be used as an alternative in preventing and resolving divorce. The recommendations of this study encourage the strengthening of family education and premarital counseling based on the teachings of the Qur'an in order to reduce the divorce rate and build family resilience. Tingginya angka perceraian di Indonesia menjadi fenomena sosial yang mengkhawatirkan. Data BPS tahun 2024 mencatat 394.608 kasus perceraian, dengan mayoritas disebabkan oleh pertengkaran terus-menerus, masalah ekonomi, dan faktor sosial lainnya. Penelitian ini berfokus mengungkap peran Tafsir Kemenag RI memberikan solusi terhadap konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, serta analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an melalui Tafsir Kemenag RI. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti islah (Al-Hujurat: 9), keadilan (An-Nahl: 90), musyawarah (Asy-Syura: 38), sabar dan pemaaf (Asy-Syura: 40, Ali Imran: 134), serta larangan mencela (Al-Hujurat: 11) dapat menjadi pedoman dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Nilai-nilai tersebut memberikan pendekatan spiritual dan etis yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam pencegahan dan resolusi perceraian. Rekomendasi penelitian ini mendorong penguatan pendidikan keluarga dan konseling pranikah berbasis ajaran Al-Qur’an guna menekan angka perceraian dan membangun ketahanan keluarga.
Copyrights © 2024