Penelitian ini bertujuan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semi-strong form) pada sektor Real Estate di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2024. Di tengah volatilitas makroekonomi pasca-pandemi, relevansi laporan keuangan tahunan sebagai sumber informasi utama bagi investor dipertanyakan. Menggunakan metodologi Event Study, penelitian ini menganalisis reaksi pasar di sekitar tanggal pengumuman laba tahunan dengan jendela pengamatan 11 hari (t-5) hingga (t+5) pada 37 perusahaan yang terdaftar secara konsisten. Hasil pengujian Paired Sample t-Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan Average Abnormal Return (AAR) yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah pengumuman laba pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa laporan keuangan tahunan tidak mengandung information content yang mengejutkan pasar (no earnings surprise). Hal ini mendukung argumen bahwa investor sektor properti cenderung mengantisipasi kinerja emiten melalui indikator operasional dini (seperti data marketing sales bulanan) dan lebih bereaksi terhadap sentimen makroekonomi dibandingkan rilis laba historis. Penelitian menyimpulkan bahwa pasar modal Indonesia pada sektor ini efisien secara informasi, di mana harga telah menyesuaikan diri sebelum publikasi resmi. Selain itu, pola CAAR menunjukkan pergerakan yang datar sehingga mempertegas bahwa pengumuman laba tidak menghasilkan akumulasi abnormal return yang signifikan.
Copyrights © 2025