Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh piutang usaha neto, rasio perputaran piutang, dan komite audit terhadap biaya audit pada perusahaan penerbangan di Indonesia periode 2014–2024. Biaya audit mencerminkan risiko dan kompleksitas yang dihadapi auditor, sehingga dipengaruhi oleh kondisi internal perusahaan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik purposive sampling dan memperoleh tiga perusahaan sebagai sampel. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa piutang usaha neto dan receivable turnover ratio berpengaruh signifikan terhadap biaya audit, sedangkan komite audit tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan 74,9% variasi biaya audit, sehingga faktor internal perusahaan terbukti memengaruhi penentuan biaya audit pada sektor penerbangan.
Copyrights © 2025