Masyarakat Desa Kiliga adalah masyarakat yang sebagian besar memiliki profesi sebagai nelayan dan sebagian kecil berprofesi sebagai petani cengkeh, Pala, dan Coklat. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis kondisi ekonomi masyarakat nelayan, meliputi sumber pendapatan utama, pengeluaran rumah tangga, serta rata-rata pendapatan per hari dari hasil tangkapan ikan terbang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kilga, Kecamatan Kiandarat, Kabupaten Seram Bagian Timur pada Bulan Januari 2025. Penentuan sampling menggunakan Teknik purposive sampling.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kombinasi analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kabupaten Seram Bagian atau yang disingkat SBT adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Maluku, Indonesia. Daerah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Maluku Tengah. Ibu kota kabupaten ini menurut Undang-Undang, terletak di Dataran Hunimua, akan tetapi pusat pusat kegiatan pemerintahan berlangsung di Bula. Jumlah penduduk kabupaten ini tahun 2024 berjumlah 147.139,00 jiwa, luas wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur seluruhnya mencapai 20.659,89 km2 yang terdiri dari luas laut 14.877,77,84 dan luas didominasi oleh pulau-pulau kecil yaitu sebanyak 34 pulau.Tingkat pendapatan yang paling tinggi terlihat pada dua responden nelayan yaitu Rp. 650.000 – 1.000 000 (Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah – Satu Juta Rupiah). Sedangkan tingkata pendapatan menengah terlihat pada 21 responden dengan penghasilan Rp. 450.000 – 600.000 (Empat Ratus Lima Ribu Rupiah – Enam Ratus Ribu Rupiah). Sedangkan tingkat pendapatan paling rendah terlihat pada Rp. 50.000 – 200.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah – Dua Ratus Ribu Rupiah). Dimana ini merupakan pendapatan yang paling rendah, jika dibandingkan dengan pengeluaran setiap harinya berkisar antara Rp. 50.000 – 60.000 maka nelayan yang memiliki penghasilan dibawah 50.000 ini mengalami sedikit kerugian, dibanding nelayan yang memiliki pendapatan diatas Rp. 100.000. Dengan demikian maka pengeluaran nelayan terdiri dari biaya tetap dan variabel yang harus dipantau dan dikendalikan.
Copyrights © 2025