Industri 5.0 fokus pada kerja sama yang lebih mengutamakan manusia, serta keberlanjutan dan ketahanan. Teknologi canggih seperti kecerdesan buatan (IA), internet of things industri (IIOT), dan robot yang bekerja bersama manusia (cobot) terintegrasi ke dalam industri ini. Karena adanya keterhubungan yang lebih baik antara dunia fisik dan dunia digital, maka peningkatan ini berdampak lebih besar pada peningkatan risiko serangan digital, sehingga mengancam data, sistem, dan bahkan keselamatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam fondasi keamanan siber dalam konteks industri 5.0, serta menemukan strategi yang bisa diterapkan dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang. Metode yang digunakan adalah observasi bahan bacaan secara sistematis dan analisis deskriptif kualitatif terhadap kerangka kerja keamanan siber yang ada, seperti NIST, ISO 27001, dan IEC 62443, terutama dalam konteks teknologi industri 5.0. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu ada perubahan dari perlindungan yang hanya di sekitar batas fisik ke model keamanan yang lebih proaktif, terdistribusi, dan berdasarkan risiko. Model ini menekankan pentingnya arsitektur zero trust, Perlindungan data yang menyeluruh, dan pemantauan ancaman yang ditingkatkan oleh IA. Selain itu, kesadaran dan pelatihan tenaga kerja juga ditemukan sebagai bagian penting dari kemanan siber.
Copyrights © 2026