Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara disiplin ilmu sejarah dan matematika melalui kajian etnomatematika pada Situs Candi Badut di Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif-etnografi dengan model analisis Spradley, penelitian ini mengintegrasikan observasi metrik lapangan, studi dokumen pemugaran, serta wawancara mendalam untuk membedah unsur-unsur geometri pada struktur badan candi dan objek Lingga Yoni. Hasil penelitian mengungkapkan adanya implementasi geometri kompleks yang melampaui estetika visual, mencakup penggunaan lima bentuk dasar seperti segitiga, persegi, persegi panjang, trapesium, dan setengah lingkaran. serta penerapan transformasi geometri berupa refleksi dan dilatasi yang presisi. Analisis rasio pada fragmen atap 1,36 dan 1,51 serta volume Yoni 542.324,04 cm memberikan bukti konkret mengenai kecanggihan teknik arsitektur masyarakat Kerajaan Kanjuruhan abad ke-8 yang mengadopsi prinsip Vastu Shastra. Temuan ini menyimpulkan bahwa Candi Badut bukan sekadar artefak religi, melainkan sebuah laboratorium matematika kuno yang merepresentasikan local genius Nusantara. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan model pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya (culture-based learning) di sekolah.
Copyrights © 2026