Penelitian bertujuan mempelajari perkembangan artefak film di Studio Alam Gamplong sebagai dasar wisata kreatif yang menggabungkan prinsip entrepreneurship Islam. Penelitian ini berfokus pada pemahaman tentang artefak film sebagai bukan hanya properti yang digunakan untuk produksi film, tetapi juga sebagai sumber daya budaya yang memiliki nilai ekonomi kreatif dan potensi edukatif yang terkait dengan industri film. Penelitian ini juga melihat kemungkinan pengembangan wisata berbasis film. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan model pemanfaatan artefak film sebagai alat pembelajaran, alat promosi, dan strategi pemasaran destinasi wisata film. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki bagaimana prinsip kewirausahaan Islam, yang mencakup etika bisnis, keadilan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, diterapkan dalam manajemen destinasi wisata film. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu melalui dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak film di Studio Alam Gamplong memiliki nilai edukatif dan ekonomis. Dengan menggabungkan desain media dan komunikasi visual, citra Studio Alam Gamplong sebagai tempat wisata film dan pusat pengembangan ekonomi kreatif telah terbukti kuat. Prinsip kewirausahaan Islam terlihat dalam praktik kepemimpinan yang bekerja sama, keberanian untuk mengambil risiko yang diukur, orientasi pada perencanaan masa depan, dan pelaksanaan kewirausahaan sosial dan CSR Islami. Model pengelolaan yang diterapkan juga memengaruhi UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempertahankan destinasi wisata. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan empiris untuk kemajuan pariwisata kreatif berbasis film di Indonesia yang berpusat pada nilai-nilai kewirausahaan Islam.
Copyrights © 2026