Banjir merupakan bencana alam yang berulang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan dan berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Dalam situasi tersebut, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada kelompok terdampak. Pengalaman tenaga kesehatan selama penanganan pasien pascabanjir penting untuk dipahami sebagai dasar perbaikan sistem pelayanan kesehatan berbasis kebencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman tenaga kesehatan dalam menangani pasien terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan terdiri dari tenaga kesehatan (perawat, Dan bidan) yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan pascabanjir. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menghasilkan beberapa tema utama, yaitu: Motivasi tenaga kesehatan, pelayanan tenaga kesehatan, beban kerja tenaga kesehatan, hambatan dalam memberikan pelayanan kesehatan, Dan harapan tenaga kesehatan terhadap pemerintah. Tenaga kesehatan berperan penting dalam penanganan pasien terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan motivasi yang didasari tanggung jawab profesi dan nilai kemanusiaan. Pelayanan kesehatan diprioritaskan pada kelompok rentan melalui pendekatan kuratif, promotif, preventif, serta dukungan psikososial awal. Namun, tenaga kesehatan menghadapi peningkatan beban kerja, keterbatasan sumber daya, dan berbagai hambatan akses serta sarana pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah melalui penguatan sarana prasarana, serta kebijakan pelayanan kesehatan berbasis kebencanaan yang terintegrasi.
Copyrights © 2025