Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik akuntansi kredit dan pencatatan liabilitas dalam program Kopdes MP, serta mengidentifikasi potensi penyimpangan seperti ketidaktertiban pembukuan, ketiadaan cadangan kerugian piutang, dan kesalahan klasifikasi dana pinjaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar koperasi belum menerapkan prinsip SAK ETAP secara konsisten, sehingga laporan keuangan cenderung tidak mencerminkan kondisi riil.Ketidaktertiban ini berisiko menciptakan moral hazard, meningkatkan potensi gagal bayar, dan membebani Dana Desa sebagai penjamin utama. Dampaknya dapat berupa penurunan PDB nasional, hilangnya kesempatan kerja, serta terganggunya alokasi dana pembangunan desa. Untuk itu, reformulasi sistem pencatatan keuangan, peningkatan literasi akuntansi, serta pelaksanaan audit independen secara berkala menjadi langkah strategis yang mendesak untuk dilakukan.
Copyrights © 2026