Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Upah Minimum Kabupaten (UMK) terhadap kinerja karyawan Generasi Z di Kabupaten Wonogiri, daerah non-industri yang didominasi sektor pertanian. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan kuesioner tervalidasi sebagai alat pengumpul data primer dari sampel purposive karyawan Generasi Z usia produktif. Analisis data menggunakan IBM SPSS mencakup statistik deskriptif, uji asumsi klasik, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis pengaruh variabel independen (UMK) terhadap dependen (kinerja: efektivitas, efisiensi, produktivitas, tanggung jawab). Hasil menunjukkan tren peningkatan signifikan kinerja Generasi Z seiring kenaikan UMK dari Rp1.827.000 (2021) menjadi Rp2.180.587 (2025), dengan skor rata-rata kinerja naik dari 3,48 menjadi 4,12 (skala 1-5), produktivitas 70,5% ke 81,3%, dan efektivitas 68 ke 80. Uji statistik mengonfirmasi hubungan positif kuat (r=0,992; p=0,001), pengaruh signifikan (β=1,780E-06; t=13,561; p=0,001), selaras dengan teori upah efisiensi. Novelty penelitian ini merupakan bukti empiris pertama hubungan UMK-kinerja Generasi Z di konteks ekonomi agraris Jawa Tengah, di mana UMK rendah membatasi motivasi akibat minimnya industri. Implikasi kebijakan merekomendasikan UMK seimbang yang mempertimbangkan kebutuhan hidup layak dan kemampuan perusahaan, didukung sinergi pemerintah-pengusaha untuk investasi industri, penguatan struktur ekonomi, dan strategi manajemen SDM berkelanjutan guna optimalisasi produktivitas generasi muda.
Copyrights © 2026